Kurang Tidur Insomnia

Kurang tidur insomnia yang sering terjadi dan berkepanjangan dapat mengganggu kesehatan fisik maupun psikis atau kejiwaan atau mental. Pada segi fisik, insomnia akan menyebabkan mata pucat dan mata sembab, badan lemas, dan daya tahan tubuh menurun sehingga menjadi mudah terserang penyakit dan gejala akan mudah muncul (misalnya pilek, bidur, dan sebagainya). Pada segi mental atau kejiwaan, insomnia akan mempengaruhi system saraf, menyebabkan timbulnya perubahan suasana kejiwaan, sehingga penderita akan menjadi lesu, lamban menghadapi rangsangan dan sulit berkonsentrasi.

Kurang Tidur Insomnia

Kurang Tidur Insomnia

Kurang tidur insomnia merupakan penyakit yang disebabkan oleh banyaknya permasalahan yang tidak terselesaikan sehingga sangat membebani pikiran. Karena otak dipaksa terus bekerja untuk memikirkan jalan keluar, otak banyak dialiri darah. Aliran darah yang banyaj ke orak akan membuat otak segar, energik dan tidak prnah merasa ngantuk. Namun, efek sampingnya adalah orang yang insomnia dihinggapi perasaan gelisah. Kegelisahan ini juga yang sebenarnya memicu kerja jantung sehingga darah ke ootak mengalir deras. Kegelisahan itu bisa disebabkan oleh banyaknya masalah ataupun hal-hal yang memerlukan banyak pemikiran.  Intinya bila seseorang memiliki banyak masalah yang tak terselesaikan, darah banyak mengalir ke otak sehingga orang atau pasien tidak bisa tidur. Insomnia juga bisa menyerang anak-anak.

Kurang tidur insomnia merupakan suatu keadaan seseorang dengan kuantitas dan kualitas tidur yang kurang. Gejala insomnia sering dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Kesulitan memulai tidur (initial insomnia), biasanya disebabkan oleh adanya gangguan emosi atau ketegangan atau gangguan fisik, (misal: keletihan yang berlebihan atau adanya penyakit yang mengganggu fungsi organ tubuh).
  2. Bangun terlalu awal (early awakening) yaitu dapat mulai tidur dengan normal, namun tidur mudah terputus dan atau bangun lebih wal dari wakt tidur biasanya, serta kemudian tidak bisa tidur lagi. Gejala ini sering muncul seiring dengan bertambahnya usia seseorang atau karena depresi dan sebagainya.

Menurut klasifikasi diagnostic dari WHO pada tahun 1990 kurang tidur insomnia dimasukkan ke dalam golongan DIMS (Disorder of Iniating ana Maintaining Sleep), yang secara praktis diklasifikan menjadi dua kelompok, yaitu insomnia primer dan insomnia sekunder.

  1. Insomnia primer
    Insomnia primer merupakan gangguan sulit tidur yang penyebabnya belum diketahui secara pasti. Sehingga dengan demikian, pengobatannya masih relative sukar dilakukan dan biasanya berlangsung lama atau kronis (long term insomnia). Insomnia primer ini sering menyebabkan terjadinya komplikasi kecenasan dan depresi, yang justru dapat menyebabkan semakin parahnya gangguan sulit tidur tersebut. Sebagian penderita golongan ini mempunyai dasar gangguan psikiatris, khususnya depresi ringan sampai menengah berat. Adapun sebagian penderita lain merupakan pecandu alkohol atau obat-obatan terlarang (narkotik). Kelompok yang terakhir ini memerlukan penanganan yang khusus secara terpadu mencakup perbaikan kondisi tidur (sleeop environments), pengobayan, dan terapi kejiwaan (psikoterapi)
  2. Insomnia sekunder
    Insomnia sekunder merupakan gangguan sulit tidur yang penyebabnya daoat diketahui secara pasti. Gangguan tersebut dapat berupa faktor gangguan sakit fisik, maupun gangguan kejiwaan atau psikis. Pengobatan insomnia sekunder relative lebih mudah dilakukan, terutama dengan menghilangkan penyebab utamanya terlebih dahulu.

Cara menghilangkan insomnia yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan olahraga secara teratur yang bisa membantu mengatasi masalah susah tidur atau insomnia. Olahraga yang dilakukan di pagi hari dan bukan dilakukan menjelang tidur merupakan cara yang paling benar untuk cara menghilangkan insomnia. Dengan melakukan olahraga secara teratur, maka bisa membantu meningkatkan kerja tubuh menjadi lebih optimal sehingga bisa membantu cara mengatasi stress yang muncul dengan proses yang lebih baik lagi.

Cara menghilangkan insomnia dengan menerapkan pedoman bahwa tidur merupakan hal yang sangat baik untuk kesehatan. Dengan menerapkan hal seperti itu, maka akan membantu memulihakn tubuh dengan cepat dari rasa lelah dan juga capek dari aktivitas yang sudah Anda lakukan sehari-hari. Dan sebaiknya tempatkan tempat tidur Anda dengan posisi yang senyaman mungkin, hindari gadget atau laptop dari jangkauan Anda untuk mendapatkan tidur yang berkualitas. Dan sebaiknya usahakan agar kamar Anda tetap dalam keadaan tenang dan matikan lampu saat sedang tidur.

Cara menghilangkan insomnia dengan pola tidur alami. Pola tidur alami yang dimaksud adalah jangan terlalu banyak atau terlalu lama tidur disiang hari. Pola tidur alami yang baik adalah dengan tidur di malam hari sebagai waktu yang alami untuk tidur. Karena jika Anda tidur terlalu lama di siang hari akan membuat Anda menjadi susah untuk tidur di malam harinya. Cobalah untuk mengikuti cara mengobati insomnia sesuai aturan dengan alami seperti tadi, maka tubuh akan mulai terbiasa untuk tidur lebih lama di malam hari. Selain itu, Anda perlu mendapatkan waktu tidur yang berkualitas selama 8 jam dalam sehari. Waktu tidur yang berkualitas adalah waktu tidur 8 jam dan juga tidak terbangun-bangun di sela waktu tidur Anda.

Kurang Tidur Insomnia

Cara Beli Obat Insomnia

Jual Obat Insomnia Susah Tidur Untuk Mengatasi Insomnia, Membantu Mengatasi Gejala Susah Tidur sekaligus Mengatur Pola Tidur Yang Berkualitas

Harga Obat Insomnia Alami

Harga Obat Insomnia Alami

Harga Obat Insomnia 1 botol Isi 80 Kapsul = Rp.115.000,-/botol

Cara Pemesanan Obat Insomnia: SMS ke 0818-0773-0772, tuliskan : Pesan Obat Insomnia, Jumlah Botol, Nama Anda dan Alamat Kirim Lengkap ( untuk menentukan ongkos kirim )


=====================================

>>> Kapsul Herbal Susah Tidur Untuk Mengatasi Insomnia, Membantu Mengatasi Gejala Susah Tidur Sekaligus Mengatur Pola Tidur Yang Berkualitas, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Cara Menghilangkan Insomnia and tagged , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.